Tia Ayu Anggraini Sebut Pilkada oleh DPRD Perkuat Fungsi Legislatif dan Kurangi Dampak Negatif

topmetro.news, Medan – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan Tia Ayu Anggraini, mendukung wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh DPRD, dibandingkan langsung oleh rakyat. Menurutnya, mekanisme ini memiliki banyak dampak positif, terutama bagi fungsi pengawasan DPRD terhadap kepala daerah.

“Selama ini daya dorong DPRD tidak maksimal. Kepala daerah yang dipilih langsung rakyat cenderung hanya merasa bertanggung jawab kepada pemilih, sehingga fungsi DPRD sebagai wakil rakyat untuk mengawasi jalannya pemerintahan kurang terdengar,” ujar Tia Ayu, Jumat (9/1/2026).

Dengan kepala daerah dipilih DPRD, katanya, lembaga legislatif akan memiliki posisi lebih kuat dalam menentukan arah kebijakan yang pro terhadap rakyat. “DPRD punya daya dorong yang lebih besar untuk memastikan kebijakan kepala daerah benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Tia Ayu juga menyoroti potensi konflik sosial akibat Pilkada langsung. Pilkada langsung sering memicu perpecahan antara pendukung kandidat yang menang dan kalah, contohnya munculnya sebutan seperti ‘anak abah’ atau ‘gemoy’ yang masih terasa hingga tingkat gubernur, bupati, dan walikota. “Kalau dipilih oleh DPRD, persatuan masyarakat bisa lebih terjaga,” jelasnya.

Selain itu, Tia Ayu menekankan soal biaya politik yang sangat tinggi dalam Pilkada langsung. “Biaya kampanye yang mahal membuat kepala daerah yang menang mencari cara untuk mengembalikan modal, yang berpotensi mendorong praktik korupsi. Akhirnya, masyarakat yang menanggung kerugiannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, sudah saatnya pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pilkada langsung. “Jika Pilkada langsung lebih banyak mudharat daripada manfaatnya, evaluasi harus dilakukan. Yang jelas, keputusan ini harus untuk kepentingan rakyat, bukan elit politik atau pihak lain,” pungkasnya.

reporter | Thamrin Samosir

Related posts

Leave a Comment